Tag: Preparation

Kebiasaan food preparation tidak hanya sehat dan aman, tetapi juga mendukung konsep keberlanjutan yang sedang digaungkan dunia. 

 

Banyak yang belum sadar bahan pangan bisa terkontaminasi bakteri. Kondisi ini bisa disebabkan food preparation atau penyiapan bahan makanan yang buruk. Padahal ada anjuran dan larangan saat mengatur stok makanan yang perlu dilakukan.

Food preparation adalah menyiapkan bahan pangan mentah menjadi siap santap. Istilah ini dimulai dari cara memperoleh, cara membawa, cara mengolah hingga cara memasak bahan makanan sebelum dikonsumsi.

Menurut Pan American Health Organization (PAHO), terdapat beberapa kesalahan saat membuat persiapan makanan seperti tidak tahu berapa jam terbaik bahan pangan disimpan sebelum diolah menjadi masakan hingga suhu terbaik penyimpanan agar tidak jadi tempat pertumbuhan bakteri dan mengubahnya jadi makanan beracun.

Laporan Hasriani dkk, dalam jurnal Dosen Muslim Indonesia (DMI) pada Maret 2022 menyebutkan edukasi food preparation penting dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan, termasuk untuk memperpanjang usia simpan hasil pertanian agar bisa dikonsumsi dalam waktu lebih lama dan membantu mengurangi sampah rumah tangga.

Apalagi food preparation juga meliputi cara memanaskan makanan sisa untuk kembali disantap agar tetap nikmat dan menyehatkan. Hasilnya, edukasi food preparation mendukung konsep keberlanjutan yang sedang digaungkan dunia.

Larangan saat Menyetok Makanan

Berdasarkan Golden Rules WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), berikut ini larangan saat menstok makanan yang masih banyak dilakukan saat food preparation:

  1. Pisahkan Makanan Matang dan Mentah

Makanan yang dimasak dengan aman dapat terkontaminasi melalui kontak sekecil apa pun dengan makanan mentah. Kontaminasi silang ini dapat terjadi secara langsung, seperti saat daging unggas mentah bersentuhan dengan makanan matang.

Kontaminasi ini juga bisa terjadi secara tidak langsung. Misalnya, jangan menyiapkan ayam mentah lalu menggunakan talenan dan pisau tersebut sebelum dicuci untuk memotong unggas yang sudah dimasak. Hal ini dapat membawa kembali organisme penyebab penyakit.

  1. Hindari Makanan Kemasan dan Olahan

Melansir situs resmi Universitas Minnesota, makanan kemasan atau olahan kemungkinan besar mengandung tambahan garam, gula, dan lemak.

Tak sedikit orang mengonsumsi makanan olahan tanpa mengetahui secara spesifik bahan-bahan yang terkandung di dalamnya seperti garam, gula, lemak, hingga pengawet. Dengan mengonsumsi lebih banyak makanan olahan, maka hanya sedikit nutrisi yang masuk ke tubuh. Bahkan asupan beberapa zat seperti gram, gula, dan lemak jadi melonjak.

  1. Hindari Makanan yang Belum Pasteurisasi

Banyak makanan yang tidak aman sebelum diproses seperti susu. Susu pasteurisasi lebih baik dibanding susu mentah.

Pilihlah unggas segar atau beku yang telah diberi radiasi pengion. Tujuan dari pengolahan atau metode penyimpanan ini ditujukan untuk memperpanjang usia simpan.

  1. Jangan Pilih Kotak Penyimpan Makan Kualitas Buruk

Pilihlah kotak penyimpan makanan atau food container berbahan plastik polipropilen yang memiliki keterangan food grade, tahan panas untuk microwave dan dapat digunakan berulang kali tanpa risiko bereaksi dengan bahan makanan.

Food container dengan bahan plastik polipropilen memiliki permeabilitas uap air, gas, dan bau yang rendah sehingga bahan pangan yang dikemas dan disimpan di dalamnya dapat lebih awet. Termasuk juga bisa terhindar dari kontaminasi silang dengan bahan pangan lainnya. Pastikan juga food container dalam kondisi tertutup rapat.

  1. Hindari Makanan Suhu Ruangan

Segeralah makan makanan yang sudah dimasak. Ketika makanan yang dimasak mendingin hingga mencapai suhu ruangan, mikroba mulai berkembang biak. Semakin lama menunggu, semakin besar risikonya. Sehingga untuk berjaga-jaga, makanlah makanan yang sudah dimasak segera setelah diangkat dari kompor.

Anjuran saat Menstok Makanan

WHO menyebutkan penyakit akibat makanan terkontaminasi patogen jadi salah satu masalah kesehatan paling luas di dunia. Tapi tenang, berikut ini beberapa tip dan anjuran menyetok bahan pangan agar tetap menyehatkan saat dikonsumsi, masih mengutip Golden Rules WHO:

  1. Pilih Cara Masak Lebih Sehat

Metode memasak seperti mengukus dan memanggang adalah metode memasak yang sehat. Menggoreng sebaiknya dengan minyak tidak terendam untuk menghindari lebih banyak lemak.

  1. Pastikan Makanan Matang Sempurna

Banyak makanan mentah, terutama unggas, daging, telur, dan susu yang tidak dipasteurisasi atau tidak melalui proses pemanasan bisa terkontaminasi bakteri penyebab penyakit, sehingga dengan memastikan semua makanan matang sempurna akan membunuh patogen.

Sebagai catatan, ingatlah semua bagian makanan harus dimasak minimal dengan suhu 70 derajat Celsius. Sehingga, jika ayam yang dimasak masih mentah di dekat tulangnya, masukkan kembali ke dalam oven hingga benar-benar matang. Ingat juga daging, ikan, dan unggas yang dibekukan harus benar-benar mencair sebelum dimasak.

  1. Cuci Tangan Berulang Kali

Cuci tangan sebelum dan setelah menyiapkan makanan mentah seperti ikan, daging, atau unggas. Jika ada infeksi di tangan, pastikan membalut atau menutupinya sebelum menyiapkan makanan.

Ingat juga hewan peliharaan rumah tangga seperti anjing, kucing, burung, dan terutama kura-kura sering kali membawa patogen berbahaya yang dapat berpindah dari tangan ke makanan.

  1. Simpan Makanan Matang dengan Baik

Saat menyimpan makanan matang pastikan menyimpannya dalam kondisi panas, yaitu lebih dari 60 derajat Celsius atau dingin di bawah 10 derajat Celsius. Aturan ini sangat penting jika berencana menyimpan makanan lebih dari empat atau lima jam.

  1. Jaga Dapur Tetap Bersih

Karena makanan sangat mudah terkontaminasi, setiap permukaan yang digunakan menyiapkannya harus dijaga kebersihannya. Bersihkan sisa makanan, remah-remah, atau noda sebagai tempat yang berpotensi menjadi sarang kuman.

Kain yang bersentuhan dengan piring dan peralatan makan harus sering diganti sebelum digunakan kembali. Gunakan juga kain terpisah untuk membersihkan lantai dan jangan lupa perlu sering dicuci.

 

Penulis: Redaksi Mediakom