Tag: Makanan

Makanan beku yang aman dan sehat dapat dikonsumsi dan lebih praktis sebagai stok bahan makanan. Bagaimana memeriksa keamanannya?     

 

Banyak orang yang beranggapan bahwa makanan beku (frozen food) tidak aman untuk dikonsumsi dan berbahaya bagi kesehatan. Faktanya, proses pembekuan makanan merupakan salah satu cara untuk membuat nutrisi dari makanan tersebut tetap terjaga. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), pembekuan adalah salah satu proses yang paling banyak digunakan untuk konservasi makanan.

Proses pembekuan ini didasarkan pada penghilangan panas dari makanan yang akan diawetkan dengan menjaga suhu yang cukup rendah pada titik yang dapat menghambat atau mengurangi tindakan destruktif mikroorganisme, oksigen, dan enzim. Namun, makanan beku tetap memiliki batas waktu simpan.

Menurut Frozen Food Science and Technology (2008) karya Judith A. Evans, terdapat beberapa jenis makanan beku yang aman dan sehat untuk dikonsumsi sebagai berikut.

  1. Sayuran

Sayuran beku umumnya tanpa tambahan pengawet. Sayuran beku masih memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, mineral, dan serat. Nutrisi paling penting untuk kesehatan manusia yang ditemukan dalam sayur-sayuran beku antara lain adalah vitamin A, C, dan K serta folat yang larut dan serat makanan tidak larut seperti asam lemak tak jenuh, kalium, dan magnesium. Selain nutrisi yang penting untuk kehidupan, sayur-sayuran dan buah-buahan menyediakan sejumlah senyawa lain yang apabila dikonsumsi dapat menjamin kesehatan konsumen dalam jangka panjang, sesuai penjelasan Plants: Diet and Health (2003) yang disunting Gail Goldberg.

Secara keseluruhan, sayuran beku dapat menjadi pilihan yang sehat untuk memenuhi gizi Anda karena memiliki manfaat kesehatan yang sama seperti sayuran segar yang dikonsumsi sesuai porsi. Hasil penelitian Linson dkk. dalam Journal of Food Composition and Analysis tahun 2017 menunjukkan bahwa perbandingan antara nutrisi dalam sayuran kategori segar, beku, dan “segar-disimpan” tidak ada perbedaan yang signifikan. Dalam kasus perbedaan yang signifikan, produk beku lebih baik dibandingkan dengan produk “segar-disimpan”.

Temuan tersebut tidak mendukung pendapat umum konsumen bahwa makanan segar memiliki nilai gizi yang jauh lebih besar daripada makanan beku. Namun, konsumen perlu memeriksa label bahan dan memilih sayuran beku yang bebas dari zat tambahan seperti gula atau garam. Selain itu, sayuran beku juga dapat ditambahkan campuran bumbu penambah rasa yang mampu meningkatkan jumlah natrium, lemak, atau kalori di dalamnya.

  1. Buah-buahan

Buah-buahan beku yang aman dikonsumsi adalah buah-buahan yang dibekukan segera setelah dipetik. Buku Handbook of Fruits and Fruit Processing (2012) yang disunting Nirmal K. Sinha dkk. menerangkan bahwa buah-buahan beku yang disimpan dengan baik dapat bertahan selama beberapa bulan hingga satu tahun, tergantung pada jenis buah-buahan tersebut. Umumnya, terdapat perbedaan yang tidak signifikan dalam hal kandungan mineral antara buah-buahan dan sayuran segar atau beku. Namun, untuk beberapa buah tertentu terjadi perubahan profil serat yang signifikan, misalnya, kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang menurun sebesar 50 persen pada satu varietas mangga dengan penyimpanan beku selama 12 bulan.

  1. Ikan

Ikan yang dibekukan memang masih dapat menjadi pilihan makanan beku sehat. Selain tahan lama, ikan yang dibekukan juga kaya akan nutrisi seperti protein, vitamin D, zat besi, seng, magnesium, dan selenium. Umumnya ikan dibekukan dengan cepat dan disimpan pada suhu minus 18 derajat Celcius atau lebih rendah sesuai dengan informasi yang terdapat Judith A. Evans.

Cara mencairkan ikan beku yang paling aman tanpa menghilangkan nutrisinya adalah dengan menaruh ikan di kulkas bagian bawah dan dibiarkan semalaman. Banyak orang yang sering menggunakan air panas untuk mencairkan ikan beku, padahal cara tersebut membuat nutrisi yang terkandung di dalam daging ikan menjadi hilang dan juga dapat mengubah tekstur dan rasa dari ikan tersebut, sebagaimana dipaparkan Gimmel dkk. dalam Journals of MDPI pada 2022.

  1. Daging

Daging beku juga masih menjadi pilihan utama makanan beku yang sehat. Daging yang dibekukan dapat dianggap sehat jika diproses dan disimpan dengan benar. Berdasarkan Pasal 127 Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021, daging beku yang diimpor ke Indonesia telah melalui pengecekan terhadap kualitas dan bersertifikasi halal sehingga dipastikan sehat dan halal. Pakar gizi juga menyatakan bahwa mengonsumsi daging segar dan daging beku sama baiknya asalkan produsen mencantumkan tanggal produksi untuk memberikan kepastian bahwa produk daging beku masih baru.

Namun, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa makanan beku, termasuk daging beku, mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan berkontribusi pada penyumbatan arteri. Daging beku tidak secara intrinsik mengandung lemak trans karena biasanya lemak trans dihasilkan melalui proses hidrogenasi parsial minyak nabati dan dapat ditemukan dalam makanan olahan.

Dalam konteks daging beku, kandungan lemak trans mungkin tergantung pada jenis daging dan proses pengolahannya. Penelitian oleh Hatta Mardhika dkk., yang dipublikasikan di Jurnal Teknologi Pangan pada 2020, menunjukkan bahwa proses thawing (pencairan kembali bahan yang telah beku) dapat mempengaruhi kadar lemak steak ayam.

Umumnya daging yang masih berwarna merah cerah merupakan daging yang masih aman untuk dikonsumsi. Hal yang harus diperhatikan adalah kemasan masih tertutup rapat saat kita membeli daging beku tersebut. Dalam menyimpan daging beku di freezer, perlu diperhatikan suhu penyimpanan yang tepat, cara membungkus, dan tidak membekukan daging setelah dicairkan lagi. Daging beku dapat disimpan dalam freezer dengan suhu minus 18 derajat Celcius. Meskipun demikian, menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, makanan beku aman dikonsumsi tanpa batas waktu, meskipun kualitasnya akan menurun dari waktu ke waktu.

Makanan beku merupakan makanan yang mudah digunakan dan praktis bagi orang dengan keahlian minimal dalam memasak atau memiliki keterbatasan alat masak di dapur. Oleh karena itu, makanan beku memberi Anda kesempatan untuk menikmati hidangan lezat dengan sedikit tenaga dan waktu dengan beberapa pertimbangan terlebih dahulu.

 

Penulis: Redaksi Mediakom