Tag: Lensa

Penggunaan lensa kontak kini sudah menjadi hal biasa sebagai alat bantu medis. Jenis yang bisa digunakan bergantung pada situasi khusus dari penggunanya. 

 

Banyak orang menggunakan lensa kontak sebagai solusi dan alternatif untuk mengatasi mata rabun dan minus ketika merasa menggunakan kacamata terlalu merepotkan atau tidak praktis saat beraktivitas.

Menggunakan lensa kontak atau kacamata adalah pilihan. Seseorang yang membutuhkan kacamata korektif setiap hari untuk melihat dengan jelas terkadang memilih kombinasi keduanya. Misalnya, memakai kacamata di tempat kerja dan memakai lensa kontak saat pergi ke pesta atau acara kasual lainnya.

Penggunaan lensa kontak kini sudah menjadi hal biasa sebagai alat bantu medis. Menurut Gurnani B. & Kaur K. dalam Contact Lens (2022), lensa kontak adalah perangkat buatan yang dipasang pada permukaan depan mata untuk menggantikan permukaan anterior kornea.

Seperti halnya kacamata, lensa kontak dapat memperbaiki masalah penglihatan yang disebabkan oleh kelainan refraksi. Kesalahan refraksi adalah ketika mata tidak bisa membiaskan (membengkokkan atau memfokuskan) cahaya dengan tepat ke mata sehingga menghasilkan gambar yang buram.

Banyak jenis lensa kontak yang tersedia. Jenis lensa kontak yang bisa digunakan bergantung pada situasi khusus dari penggunanya. Jenis lensa kontak berdasarkan bahan penyusunnya menurut Gurnani B. & Kaur K. dalam bukunya Contact Lense (2022) adalah sebagai berikut:

  1. Lensa Kontak Lunak (Softlens)

Dikutip dari British Contact Lens Association lensa kontak, sesuai dengan namanya, memiliki struktur yang lembut, agak mirip dengan lapisan film tempel yang tebal, sehingga sangat nyaman dipakai. Sebagian besar lensa jenis ini berukuran lebih besar, sehingga mampu menutupi seluruh kornea dan menempel pada sklera.

Menurut Eric dkk. dalam Journal of Topometry tahun 2010, teknologi hidrogel silikon mampu meningkatkan permeabilitas oksigen ke mata dengan peningkatan daya fisiologis permukaan kornea dan okuler mata. Desain optik pada lensa lunak pun telah berkembang, sehingga memungkinkan optimalisasi penglihatan jarak jauh melalui penggunaan desain asferis, yang meningkatkan jarak fokus melalui lensa multifokal dan desain toric yang lebih mudah digunakan untuk perbaikan astigmatisma. Banyak juga jenis lensa kontak lunak yang mengandung penghambat UV (ultraviolet) untuk membantu melindungi mata.

  1. Lensa Kontak Kaku atau Rigid Gas Permeable (RGP) 

Rigid Gas Permeable Lens (RGP) hadir dalam beragam bahan, kekuatan, dan desain. Menurut Eric dkk. dalam Journal of Topometry tahun 2010, RGP telah memperlihatkan sebuah resurgensi, yang didasarkan pada penggunaan bahan yang meningkatkan permeabilitas oksigen, perkembangan desain sklera dan semi-sklera yang dapat disesuaikan dengan cara yang relatif mudah, dan kecanggihan geometri terbalik untuk mengurangi kelainan refraksi pada mata.

Meskipun terjadi penurunan angka penggunaan lensa kaku, sebuah riset retrospektif oleh Martin dkk. dalam Journal of Topometry (2010) yang membandingkan jumlah kunjungan pasien dengan diagnosis yang membutuhkan lensa, antara RGP, hidrogel, dan hidrogel silikon pada mata non-patologis menyimpulkan bahwa jumlah kunjungan pasien yang membutuhkan RGP sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan bahan lainnya dan menyarankan agar hasil penelitian ini dapat menjadi panduan klinis di masa depan untuk pemasangan lensa kontak.

Lensa ini lebih baik dalam hal perbaikan bentuk mata yang tidak beraturan dibandingkan lensa lunak dan lebih tahan lama sehingga biasanya diganti setiap enam atau 12 bulan sekali. Meski lensa ini membutuhkan waktu lebih lama untuk pembiasaannya dibandingkan dengan lensa lunak, pemakai reguler akan merasa nyaman.

  1. Lensa Hibrida

Lensa ini merupakan kombinasi dari lensa kaku atau bagian tengah RGP dan dikelilingi oleh lapisan lensa lunak. Perpaduan manfaat kedua lensa tentunya terdapat pada lensa hibrida ini.

Dikutip dari American Optometric Association, lensa kontak memiliki ragam manfaat, di antaranya bisa bergerak mengikuti mata Anda sehingga memungkinkan bidang pandang alami, tidak memiliki bingkai yang menghalangi penglihatan Anda, dan sangat mengurangi distorsi penglihatan, tidak berembun atau tidak mudah terkena cipratan lumpur atau hujan, sangat direkomendasikan untuk olahraga dan aktivitas fisik lainnya. Digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti alat bantu optik, terapeutik, preventif, diagnostik, operatif, kosmetik, dan untuk menunjang kelancaran pekerjaan.

Perawatan Lensa Kontak 

American Optometric Association juga memaparkan beberapa alasan yang harus diingat dalam penggunaan lensa kontak, misalnya penggunaan lensa kontak memerlukan pemeriksaan awal yang lebih lama dan kunjungan tindak lanjut untuk menjaga kesehatan mata.

Perawatan lensa juga memerlukan waktu yang lebih lama. Anda harus membersihkan dan menyimpannya dengan benar, mematuhi jadwal pemakaian lensa, dan membuat janji untuk perawatan lanjutan. Jika Anda memakai lensa sekali pakai atau lensa pengganti terencana, Anda harus mengikuti jadwal membuang lensa bekas dengan cermat.

Dalam menentukan jenis lensa kontak yang tepat, penting untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan mata dan kebutuhan pribadi Anda. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan meliputi usia, jenis kelamin, merokok atau tidak, dan kondisi kesehatan mata. Selain itu, gunakanlah lensa kontak yang sesuai dengan standar dan melakukan perawatan lensa kontak dengan benar seperti membersihkan tangan dan mencuci tangan sebelum dan setelah memaksimalkan lensa, serta menjaga kenyamanan dan ketajaman yang tepat.

 

Penulis: Redaksi Mediakom